Bismillahirrahmanirrahim..

Berbicaralah denganku wahai Tuhan!
Aku rindukan bicara-Mu
Aku rindukan kasih-Mu Tuhan
Aku kehilangan cinta agung-Mu
Aku tidak mampu menahan sebak di dada
Lalu ku menangis terkenangkanmu
kerna
Aku tidak mampu untuk berdiri sendiri
Aku merintih hiba kerna kasih-Mu hilang
Menahan gerimis menimpa imanku
Telahku cuba pertahankannya
Namun aku tewas!!

Syaitan tidak melulu membisikkan pada manusia untuk membuat dosa. Ada tikanya syaitan membawa manusia suatu perbuatan yang tidak dinilai sebagai dosa, namun kosong dari manfaat dan pahala. Walaupun dilihat hanya hal yang ringan, namun dampak yang ditimbulkan tidak sederhana. Itu hanya usaha ringan syaitan untuk menggiring manusia ke arah dosa. Ada dua sebab yang dikatakan dosa, fi'ul mahdzur dan tarkul ma'mur, iaitu menunaikan larangan dan meninggalkan perintah. Orang yang sibuk dengan perkara yang sia-sia, aktiviti yang tidak berguna, lambat laun akan meninggalkan kewajipan. Baik dalam bentuk kurang sempurna, bahkan pada batas tertentu akan terus meninggalkan kewajipan kerana terlalu asyik dengan perkara yang mubah.

Senang Kepada yang Sia-sia, Petanda Lemah Iman

Sudah saatnya, sebelum melakukan sesuatu aktiviti, kita perlu bertanya apa manfaat yang akan kita dapat, apakah dapat pahala atau tidak. Bukan sekadar dosa atau tidak dosa. Syeikh Shalih al-Munajid bahkan menyebut bahawa salah satu petanda lemah iman adalah ketika pertimbangan seseorang melakukan sesuatu hanya sekadar bertanya, "Ini dosa atau tak?", dan tidak bertanya, "Ini berfaedah atau tidak?".

Nabi saw menyuhruh umatnya menjauhi perkara tabdzir, boros dan menghabiskan segala potensi untuk perkara yang sia-sia. Bahkan menjadikannya sebagai petanda baiknya keislaman seseorang. Baginda bersabda.

"Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya." (HR Ahmad)

Semakin banyak perkara sia-sia yang ditinggalkan, semakin baik keislaman seseorang, begitu pula seballiknya.

Kerana Semua Akan Ditanya

Segala potensi, peluang dan kesempatan yang Allah berikan kepada kita akan ditanya. Umur kita yang berlalu untuk siapa. Berapa masa yang kita beramal baik, dan berapa pula yang kita sibuk berbuat dosa. Termasuk berapa lama yang kita hamburkan secara sia-sia.

Nanti akan ada orang yang malu ketika di dalam lembaran amalnya, banyak terisi dengan catatan yang tiada hubung kait dengan tujuan penciptaannya. Ia mengelola hidupnya tidak sesuai dengan perintah Penciptanya. Ia telah tabdzir, menghabiskan umur tanpa faedah. Berapa lamapun ksesempatan hidup yang diberikan, tetap tidak berguna.

Jasab Akan Ditanya

"Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir." (Qaaf:18)

Betapa ruginya kita, jika ternyata catatan itu penuh dengan kata sia-sia yang tiada kaitan dengan zikrullah, mengajak yang ma'ruf, mencegah yang munkar, atau kata-kata yang mengandungi unsur kebaikan.

"Takutlah kalian terhadap neraka, meskipun hanya dengan sebutir kurma, barangsiapa yang tidak memiliki sebutir kurma, maka hendaklah ia berkata sesuatu yang baik." (HR Bukhori)

Selain ucapan, apa saja menu yang dinikmati oleh mata kita, makanan ap yang masuk ke dalam perut kita dan suara apa pula yang sengaja dinikmati oleh telingan kita juga tak luput dari pertanyaan. Bergitu juga dengan kaki, tangan dan seluruh jasad kita. Jika seluruhnya adalah ketaqwaan, maka beruntunglah kita. Atau perbuatan sia-sia dan tidak berguna? Nas'alullahal 'afiyah, semoga Allah menghindarkan kita darinya. Kuatnya tenaga, jernihnya pandangan mata, kepekaan telinga, fasihnya bicara dan merdunya suara tak bererti apa-apa jika kita kerahkan itu semua untuk hal-hal yang tidak berguna.

Maka sahabatku, dari sekarang, tinggalkan segala kemubaziran, gunakan segala potensi dan peluang untuk kebaikan, agar hidup tidak sia-sia.

Selama aku hidup ini Ya Allah,tidak terkira masa yang aku buangkan begitu sahaja..Astaghfirullah,ku mohon keampunanMu Tuhan..






Kekadang terdengar bebelan orang-orang di sekeliling Kita,

"Cuaca buruk je akhir-akhir in ye.." Soalnya, kenapa hujan dikatakan cuaca buruk?

Berapa ramai di kalangan Kita yang mengeluh bila Hari hujan?
- Iskk, tak kering la baju kalau asyik hujan je..
- Alahai, hujan laaagiiii
- Tiap-tiap Hari hujan...susah la mcm in
- Payah nak buat apa2 kalau
Hujan
- Tak boleh balik lagi, hujan
!

Bukankah bebelan-bebelan itu lebih baik digantikan dengan DOA : "Allahumma syaiyiban nafi'a" (Ya Allah, Ya Tuhan kami! Jadikan hujan ini bermanfaat buat kami).

Hakikatnya, hujan itu rahmat.

"Dan Dia lah (Allah) yang menghantarkan angin sebagai pembawa berita yang menggembirakan sebelum kedatangan rahmatnya (iaitu hujan), hingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halakan dia ke negeri yang mati (ke daerah yang kering kontang), lalu Kami turunkan hujan dengan awan itu, kemudian Kami keluarkan dengan air hujan itu berbagai-bagai jenis buah-buahan. Demikianlah pula Kami mengeluarkan (menghidupkan semula) orang-orang yang telah mati, supaya kamu beringat (mengambil pelajaran daripadanya) ." (Al-A'raf : 57)


Sebenarnya hujan terlalu banyak manfaatnya.
1. Membersihkan udara
2. Menyubur tanaman
3. Membekal air ke empangan


Ini sikit sahaja senarai kebaikannya. Ada banyak lagi.

Kenapa orang selalu "bad mood" bila hujan?

"Hujan tidak, mendung pun tidak, tiba-tiba je bermuram in..?" Macam biasa dengar ayat TU kan ? Seolah-olah sinonim sungguh hujan dengan suasana muram/tak best. Kesian hujan.

Sedarkah Kita? Bila hujan turun, rahmat dilimpahkan buat manusia. Sebab itu, Nabi pun pernah pesan, bila hujan turun, DOA mustajab.

Sekarang ini, di tempat Kita hampir tiap-tiap Hari hujan. Tiap-tiap Hari Ada masa untuk DOA menjadi mustajab. Kenapa lepaskan peluang dengan keluhan sia-sia di saat pintu-pintu langit sedang terbuka?

"Maka Kami bukakan pintu-pintu langit, dengan menurunkan hujan yang mencurah-curah" (al-Qamar : 11)

Maka, BERDOALAH. Semoga Hari ini lebih baik dari semalam. Dan semoga, Hari esok akan lebih baik. Dalam ilmu tasawwuf Dan ilmu-ilmu fardhu Ain lain pun Ada juga mengingatkan Kita tentang kebijaksanaan Allah.

Lihatlah firman Allah yg bermaksud : "Dan Kami turunkan hujan dari langit dengan sukatan yang tertentu, serta Kami tempatkan dia tersimpan di bumi; Dan sesungguhnya Kami sudah tentu berkuasa melenyapkannya." (Al-Mukminun : 18)

Rupa-rupanya Allah turunkan hujan ADA SUKATAN. Baru Hari ini Kita tahu, bahawa Allah turunkan hujan lebat kepada Kita sekarang ini Ada sebabnya, Ada sukatannya. Kemudian, air itu akan disimpan di bumi. Selama mana? Itu semua rahsia Allah.

"Dan Kami hantarkan angin sebagai pembawa air Dan pemindah benih; maka dengan itu Kami menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian kami berikan kamu meminumnya; Dan bukanlah kamu yang (berkuasa menurunkannya atau) menyimpannya." (al-Hijr : 22)

Semoga Ada iktibar untuk peringatan Kita.

"Dan Allah jualah yang mengetahui rahsia langit Dan bumi Dan kepadaNyalah dikembalikan segala urusan. Oleh itu, sembahlah akan Dia serta berserahlah kepadaNya. Dan (ingatlah), Tuhanmu tidak sekali-kali lalai akan apa yang kamu lakukan." (Surah Hud : 123)

Di sebalik setiap pahlawan besar selalu ada seorang wanita agung. Begitu kata pepatah Arab. Wanita agung itu biasanya satu dari dua, atau dua-duanya sekaligus; sang ibu atau sang isteri.

Pepatah itu merupakan hikmah psiko-sejarah yg menjelaskan sebahagian dari latar belakang seorang pahlawan. Bahawa karya-karya besar seorang pahlawan lahir ketika seluruh energi di dalam dirinya bersynergy dengan momentum di luar dirinya; tumpah ruah bagaikan banjir besar yg tidak terbendung. Dan tiba-tiba sebuah sosok telah hadir dalam ruang sejarah dengan tenang dan tepat.

Apa yg dijelaskan oleh hikmah psiko-sejarah itu adalah sumber energi para pahlawan; wanita adalah salah satunya. Wanita bagi banyak pahlawan adalah booster spiritual, sandaran emosional; dari sana mereka mendapatkan ketenangan dan ghairah, kenyamanan dan keberanian, keamanan dan kekuatan. Lelaki menumpahkan energinya di luar rumah, dan mengumpulkannya kembali dari dalam rumahnya.

Kekuatan besar yg dimiliki para wanita yg mendampingi para pahlawan adalah kelembutan, kesetiaan, cinta dan kasih sayang. Kekuatan itu sering dilukiskan seperti dermaga tempat kita menambat kapal, atau pohon rendang tempat sang musafir berteduh. Tapi kekuatan emosi itu sesungguhnya merupakan padang jiwa yg luas dan nyaman, tempat kita menumpahkan sisi kesederhanaan dan kekanakan kita, tempat kita bermain dengan lagu dan riang, saat kita melepaskan kelemahan-kelemahan kita dengan aman, saat kita merasa bukan siapa-siapa, saat kita menjadi budak besar. Kerana di tempat dan saat seperti itulah para pahlawan menyedut energi jiwa mereka.

Itu sebabnya Umar Al-Khattab mengatakan, “Jadilah engkau anak kecil di depan isterimu. Tetapi berubahlah menjadi lelaki perkasa ketika keadaan memanggilmu”. Kekanakan dan keperkasaan, kesederhanaan dan kematangan, saat lemah dan saat berani, saat bermain dan saat berkarya, adalah ambivalensi-ambivalensi kejiwaan yg justeru berguna menciptakan keseimbangan emosional dalam diri para pahlawan.

“Saya selamanya ingin menjadi budak besar yg sederhana,” kata Sayyid Qutb. Para pahlawan selalu mengenang saat-saat indah ketika ia berada dalam pangkuan ibunya, dan selamanya ingin begitu ketika terbaring di pangkuan isterinya.

Siapakah yg pertama kali ditemui Rasulullah SAW setelah menerima wahyu dan merasakan ketakutan yg luar biasa? Khadijah! Maka ketika Rasulullah SAW ditawari untuk menikah setelah Khadijah wafat, beliau mengatakan; “Dan siapakah wanita yg sanggup menggantikan peranan Khadijah?”

Itulah keajaiban dan kesederhanaan. Kesederhanaan yg sebenarnya adalah keagungan; kelembutan, kesetiaan, cinta dan kasih sayang. Itulah keajaiban wanita.

HALAQAHONLINE

بسم الله الرحمن الرحيم

Ya Allah,Tuhan yg Maha Pengasih, Tuhan yg memiliki arasy yang Mulia, Tuhan yg menzahirkan dan yg mengembalikan , Tuhan yg memperbuat apa yg dikehendakiNya, kami memohon kpdMu dgn nurzatMu yg memenuhi seluruh penjuru arasyMu dan dgn kudratMu yg telah Engkau takdirkan kpd semua makhlukMu dan dgn rahmatMu yg meluas kpd setiap sesuatu. Berilah kami pertolongan.

Ya Allah Ya Tuhan kami,ampunilah dosa kedua ibu bapa kami,saudara-saudara kami,muslimin dan muslimat,ampunilah dosa kami. Kuatkanlah iman kami menghadapi cabaranMu. Bukakanlah pintu rezekiMu dan jadikanlah kami makhluk Mu yg bersyukur. Amin..Ya Allah.

Alhamdulillah dgn rahmat Allah dan kasih sayangNya kita masih diberikan nikmat iman dan islam dalam kehidupan kita. Cuba kita renung sejenak,apa akan terjadi sekiranya nikmat itu semakin pudar dalam diri kita?Nauzubillah. Semakin hari kita diuji dgn bermacam dugaan, dan semakin harilah iman kita bertambah yakin dengan jalan yang kita pilih..bukan semakin hari semakin bertambah luntur iman kita disebabkan ujian yang diberikan Allah S.W.T. Perbaharuilah iman kita dgn perkara-perkara yg diredhai,insyaAllah sgl cubaan akan dapat kita tempuhi..

Muhasabah diri kita dimana letaknya iman kita sekarang?InsyaAllah untuk menjadi seorang insan yg bertakwa bukannya mudah tanpa adanya iman..taqwa itu adalah di hati kita sendiri.Smg kita menjadi insan yg diberkahi Allah,bukan dilaknat Allah.Amin..

CUTI…CUTI SEGALANYA?

Musim cuti sekolah sudah bermula bagi adik-adik yg bersekolah rendah mahupun menengah. Tidak terlepas juga buat warga IPG di seluruh MALAYSIA. SELAMAT BERCUTI buat shbt2 di IPG KPI..

Bila sahaja dgr perkataan CUTI,msg-msg sudah tidak sbr utk pulang ke kampung. Exam yg tinggal satu paper lg pun,antara baca ke tidak..dahsyatnya penangan CUTI buat kita semua. Ketika inilah kedengaran shbt2 bertanya,malah adik2 junior,kakak senior brtanya,” dah beli tiket?balik bila?”soalan ini saya kira soalan yang termashur saat itu. “balik lambat sikit..saya duk tmn pak cik guard jaga maktab..”begitu slumbernya jawapan saya.Tiada ulangan kedua.Sesiapa pun yang bertanyakan pd saya soalan yg sama, itulah jwpn yg sy berikan.Titik.

Bukan marah pada mereka yg menanyakan soalan, Cuma sudah hakikatnya saya balik lewat sedikit pada shbt2 semua..malas untuk bersoal jwb dgn panjangnya dgn kalian,saya memberikan jwpn sebegitu. Sebetulnya, saya perlu menghadiri satu prog sebelum balik bercuti ini. Dan Alhamdulillah..DIA mempermudah sglaNya.

Kepulangan saya kali ini membawa beberapa misi yang akan saya cuba laksanakan.Antaranya:

1- PLANNER utk adik agr masanya tidak terbuang.TETAPKAN:

- Solat Berjamaah

- Tadarus AlQuran

- Solat dhuha

- ALMulk

- Qiamullail

( utk permulaan, dalam seminggu mesti ada salah satu yg disenaraikan.kemudian akan bertambah mengikut Minggu)

2- AMBIK LESEN KERETA- kalau berkesempatan dn diberi keizinan oleh abang..

3- ZIARAH SHBT LAMA- lama tidak bertemu,rindu makin memburu..:b

4- RAJIN-RAJIN TOLONG IBU- tak bermakna tak rajin sblm ni,Cuma perlu ditmbh kerajinan itu..:)

Ya ALLAH,permudahkan..

Dalam sibuk bercuti,perlu dijaga iman dihati.Dikhuatiri lemas tanpa disedari..maklumlah bila bercuti,cabarannya begitu kuat..bermula dengan kerenah keluarga,sahabat kita dan seterusnya masyarakat.Tidak semua diantara kita dikelilingi biah yang baik seperti suasana di IPG KPI.Jadi perlu adanya benteng yg kukuh buat kita,agar kita tetap menjadi kiri kita yg sebenarnya. Bak perumpamaan yg biasa digunakan,”jd seperti ikan, wlu di cmpk kemana2,rasanya tetap sama..”(lebih kurang cmtu la)

MOhon diberi kekuatan agar diberi ketetapan iman, agar sentiasa istiqamah dgn jalan yg dilalui ini..INGAT!!CUTI kita bukan cuti yg BIASA,Tetapi LUAR BIASA..mudah-mudahan..amin.

Ya Allah,kurniakan kepadaku kecintaan kepada-Mu,kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu,dan kecintaan apa sahaja yang mendekatkan diriku pada kecintaan-Mu,jadikanlah Zat-Mu lebih aku cintai daripada air yang dingin..”

~Surat Ungu Untuk Nuha~

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah..syukur padaMu ya ILAHI,atas nikmat yang ISLAM dan IMAN yang Engkau berikan dan hambamu ini masih lagi istiqamah untuk berada dilandasan yang benar. Moga setiap apa jua yang dilakukan sentiasa dalam keredhaan MU.

EXAM DUNIA

Dalam menghadapi minit-minit terakhir sebelum berjuang dalam EXAM DUNIA ini,pastinya sahabat-sahabat semua bertungkus lumus mengulangkaji sebanyak mungkin. Fenomena tak cukup tidur, dan hilangnya selera makan, seringkali berlaku ketika mana tibanya musim peperiksaan. Sekalung penghargaan buat sahabat-sahabat yang berjaya mengorbankan masa tidur mereka demi sebuah perjuangan ini.
Namun sahabat, dalam kita sibuk menimba ilmu ini,jangan dilupa tentang KEWAJIBAN kita kepada Allah. Ingat sahabat,kecemerlangan yang akan kita peroleh nanti atas usaha kita dan yang lebih penting adalah ketentuan Allah s.w.t.

DAKWAH NO 1, STUDY BUKAN NO 2!

Saya juga turut merasakan bahangnya musim peperiksaan ini. Ya,dengan nota-nota yang perlu dibuat, buku yang tak habis dibaca lagi,semuanya itu memang membuatkan seseorang akan mengalami tekanan. Tetapi itu bukan alasan untuk KITA berhenti seketika dari medan JUANG kita yang sebenar. Agak sukar sebenarnya kita untuk membahagikan masa kita untuk study dan perbincangan, dengan kerja-kerja yang menuntut kita melakukannya. Saya tidak menafikan,kadang-kadang saya amat cemburu melihat sahabat-sahabat saya yang studynya amat konsisten, sentiasa ada discussion. Berbanding dengan saya, yang studynya agak tidak teratur, bila saya sampai dibilik, sahabat-sahabat saya bertungkus lumus membuat nota. Namun ingin saya katakan disini, inilah jalan yang perlu dilalui jika kita mahu digelar sebagai pejuang. Kita akan merasai kerisauan terhadap study kita yang tak habis lagi,..Tetapi percayalah sahabat, Allah akan memudahkan jalan untuk kita. Ingatkah kita pada kalimah Allah? dalam surah Muhammad,"jika kamu menolong agama Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu". Dan usaha kita sebenarnya perlu luar biasa sedikit berbanding sahabat-sahabat lain. Mungkin kita tak tidur, semata-mata untuk topux balik semua yang kita ketinggalan.
Sebagai Da'ie, amat penting untuk kita menjaga study, keputusan exam kita..takut-takut akan menjadi fitnah pada diri sendiri. Dan saya sedang berusaha untuk berjuang menghabiskan ulangkaji saya, biarpun masa yang ada amatlah terhad. Hanya Allah yang mengetahui segalanya.
Abu Tayyib Al-Mutanabbi berkata"Tidak kudapatkan cela yang paling besar pada diri seseorang selain kemampuannya untuk sempurna akan tetapi dia tidak mahu berjuang untuk meraihnya"

DAKWAH + STUDY:MARDHOTILLAH

InsyaAllah,bila kita thabat di dalam perjuangan ini,kita akan rasai kemanisannya. Bila dakwah berjalan seiring dengan study kita,insyaAllah kita akan beroleh kejayaan yang diredhai ALLAH.

Ya ALLAH,permudahkan segala urusanku,Moga kejayaan mengiringiku, dan jua sahabat-sahabatku..Amin.

Sedikit Mutiara kata untuk kebangkitan jiwa:
bersabarlah,wahai hamba yang cerdik,
Mudah-mudahan setelah bersabar anda tak sia-sia,
setiap kejadian,jika berakhir,
pasti dibaliknya ada kelapangan yang dekat,
kesabaran yang baik betapa dekat kelapangannya!
Siapa yang muraqabalullah dalam segala urusan,
pasti selamat,
siapa yang muraqabalullah,ia tak terluka hatinya,
dan Allah segala harapannya..
Dengan nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang...

Alhamdulillah,bersyukur kepada Allah yang telah memberi taufiq dan hidayah-Nya
.Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad s.a.w yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliah kepada alam yang penuh kecahayaan,penuh dengan maghfirah dan redha-Nya. Setiap hari,jam dan saat kita bernafas,hampir terkadang kita lupa kita sedang bernafas. Setiap nafas yang disedut adalah kehendak dan keizinan-Nya. Tanpa-Nya siapalah kita,kita hanyalah insan hina yang meminjam dan menumpang dari-Nya,hatta diri dan nyawa kita juga milik-Nya. Ingatlah..dari DIA kita datang,dan kepada DIA juga kita dikembalikan...
RINDU

Alhamdulillah,semalam DIA memberikan masa untuk saya berUSRAH dengan adik-adik yang amat saya rindu. Rindu untuk berbicara, biarpun kami selalu juga bertembung di masjid..pendek kata rindu untuk duduk bersama-sama,berbincang hal-hal yang sepatutnya,mendengar masalah-masalah mereka..Entah kenapa bila memandang wajah redup adik-adik USRAH, saya merasakan satu ketenangan. Hilang seketika perkara yang menyesakkan minda dan hati..dan malam tadi,saya hanya menjadi pendengar yang setia, yang mengendalikan USRAH adalah adik-adik yang saya kenali 3 bulan yang lalu..dari permulaan majlis, sehinggalah akhir, merekalah yang banyak menghidupkan suasana..Mabruk kepada adik-adik yang kak dila sayangi, kerana adik-semua sudah dapat mengaplikasikan segala perkara yang kita sama-sama pelajari sewaktu di dalam USRAH..Alhamdulillah..itu yang kak dila inginkan,segala yang kita pelajari,kita kongsi kepada sahabat-sahabat lain..InsyaAllah, kita akan lebih merasai tanggungjawab kita amatlah rumit,bukan hanya menjadi seorang guru,malah lebih dari itu....

LOVE UR USRAH?

Sebelum ini, saya pernah postkan entry yang bertajuk "usrah picisan"..saya tidak mahu mengulas entry yang sebelum ini..cuma ingin saya kaitkan usrah yang betul-betul hidup amat berkait rapat dengan cara naqib/naqibah itu mengendalikan usrah mereka. Semakin hari,saya merasakan budaya berUSRAH itu semakin hilang di bumi yang kita duduki ini,meskipun saya merupakan salah seorang yang bertanggungjawab untuk memastikan budaya ini berjalan di bumi IPG KPI ini. Mungkin kesilapan itu berpunca dari kami pimpinan yang masih serba kekurangan dalam kami untuk mentadbir institusi USRAH ini. USRAH adalah medan untuk kita kenali,fahami,dan saling melengkapi antara satu sama lain. Kepada para nuqaba' sekalian,jangan merasakan kita perlu menyampaikan tajuk2 yang mantap-mantap kepada ahli usrah kita..biar sesuai dengan tahap mereka..tidak semua ahli usrah yang berlatarkan pendidikan agama..Silibus yang ditetapkan merupakan satu guide line untuk para nuqaba',tidak semestinya kita wajib ikuti silibus yang diberi,..cuba sesuaikan dengan keadaan..pelbagaikan aktiviti untuk ahli USRAH,supaya tidak timbulnya istilah "bosan" dalam USRAH.Ingin saya kongsikan disini,usaha kita perlu lebih sedikit untuk kita mendapat hasil yang memuaskan..saya merasakan amat sedih, bila ada golongan yang tidak mahu mengendalikan USRAH,lebih-lebih lagi golongan itu adalah golongan yang berlatar belakang agama..bukannya apa,Allah sudah beri kelebihan kepada kita,sayanglah jika kita tidak menggunakan kelebihan itu dengan sebaiknya..TRY TO LOVE UR USRAH..insyaAllah,sebuah kemanisan akan kita rasai bila bersama-sama dengan mereka..:)

USRAH ADOBE PHOTOSHOP?

Hmm..inilah tajuk yang saya pilih untuk usrah saya semalam..pelik ke?bunyi cam semacam je kan...tapi,itulah bestnya USRAH..mencipta satu kepelikan dari satu kebiasaan..Ini bermakna,kita bebas untuk melakukan sebarang aktiviti semasa usrah..kalau ahli usrah kita gemar adobephotoshop,kita ambil satu masa untuk bersama-sama belajar adobephotoshop..cuba tarik minat mereka dengan perkara-perkara yang mereka minat..sekali sekala kita perlu mengutamakan kehendak mereka,bukan kehendak kita sahaja...Namun,perlu diingat,pengisian rohani mesti diselitkan terlebih dahulu sebelum kita melakukan aktiviti lain...
Petang sebelum usrah,saya ada berjumpa dengan adik usrah yang lama.sekarang ini, alhamdulillah dia telah menjadi naqibah untuk adik-adik..setelah sekian lama kami tidak berbicara,banyak perkara yang dia luahkan pada saya.."kak,rasa nak berhenti je jadi naqibah,dah tak tahan"..itu yang pertama dia luahkan."kenapa?rasa berat sangat ke?" saya bertanyakan pada dia.."malu la kak,rasa rendah diri..lagipun saya bukan dari kos agama..."dia menjawab."dulu kan *****dari sekolah juga agama kan?tidak ada bezanya bila masuk sini..yang membezakan hanya kos yang kita ambil...kalau **** stop,kesian kat adik-adik tu..sedangkan dorang da rapat dengan ***..." pujuk saya.."lagi satu,jangan fikir usrah ni kne bagi tazkirah je setiap masa..sekali sekala buat la game ke,ajak adik2 ni jogging ke...jangan set dalam kepala,aku ni kne bagi hadis atau ayat yang mantap2 ni.."
"em..kadang-kadang saya ok,kadang-kadang saya rasa tak ok.."dia menjawab..
"kalau camtu, kita wat usrah cam dulu..akak da inform pada ahli usrah yang lain..cuma sekarang akak tak berkesempatan nak kumpulkan korang semua.."
"saya lebih selesa bila kita berUSRAH cam dulu kak,.."itu jawapannya.
Dan tanggungjawab saya semakin bertambah..


ERTI HIDUP PADA MEMBERI

Tujuan Allah jadikan manusia ini adalah bukan sekadar bernafas,malah kita dituntut lebih daripada itu..Apabila kita sedar tujuan asal kita diciptakan, tentu sekali kita tidak mensia-siakan masa yang kita ada..Alangkah ruginya bagi mereka yang mensia-siakan masa mereka biarpun sesaat.Mungkin ada yang merasakan mereka tidak mampu untuk memberi nasihat,peringatan, kepada mad'u disebabkan faktor kekurangan ilmu ataupun rasa rendah diri..kalau kita merasakan faktor sedemikian adalah alasan kenapa selama ini kita tidak turun di medan masyarakat,sampai bila-bila kita tidak akan memberi apa yang sepatutnya kita perlu berikan..kita boleh belajar dan pada masa yang sama kita seru pada masyarakat.Rata-rata diantara kita hanya pandai menghukum apabila mereka melihat sesuatu yang tidak elok di sisi agama,....untuk menegurnya atau mendekatinya jauh sekali. dan itulah yang menyebabkan kita(golongan yang berlatarkan agama ini) sangat sukar didekati oleh mereka-mereka yang tidak tahu dengan mendalam apa yang disyariatkan Islam. Kadang-kadang,golongan yang kedua itu lebih baik dari golongan yang pertama. Saya tidak mengatakan pada orang lain,tetapi pada diri saya sendiri..saya mengharapkan sahabat2 seperjuangan saya turut merasai apa yang saya rasa..turut bersama-sama memikirkan solusi masalah2 yang timbul dan bekerjasama dalam melakukan segala gerak kerja kita.

INSAFI DIRI

"Allahumma,Engkau adalah Rabbku,Tidak ada Rabb selain Engkau. Engkau yang menciptakan dan aku abid-Mu dan aku berada dalam perjanjian dengan-Mu ikrar kepadaMu,(yang akan aku laksanakan dengan) segala kemampuanku. Dan aku berlindung pada-Mu kejahatan apa-apa yang telah aku lakukan.aku mengakui (dengan sebenar-benarnya) nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku,maka ampunilah aku,kerana tidak ada yang boleh mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau....."
Insafi diri kita dari setitik air mani sehinggalah kita membesar menjadi manusia yang cukup sempurna di sisi Allah s.w.t...



EPISOD PERJUANGAN...

Hati bermonolog sendiri,bertanya pada diri,adakah kita ini benar-benar berjuang?
ATAU hanya kita sendiri yang terlalu khusyuk melakukan kerja atau dikenali istilah "syok sendiri",sampai menimbulkan perasaan riak dalam hati.?
Wahai diri-diri yang menggelarkan diri mereka pejuang...ikhlaskah kamu dalam berjuang?sedarkah kamu hakikat perjalanan kita tidak semudah yang lain?adakah perjuangan kamu ini berdasarkan semangat semata-mata, bila ditimpa sesuatu,maka lunturlah semangat perjuangan itu?atau berdasarkan naik turunnya emosi kamu?bila rasa semangat untuk bekerja,segalanya laju.Bila luntur semangat itu, mudah sungguh kamu mengatakan"perasaan tidak stabil.."adakah itu jawapan yang sepatutnya keluar dari mulut seorang pejuang?

Sesungguhnya jalan hidup yang kita lalui ini adalah jalan yang tidak sederhana. Jauh, panjang dan penuh liku apalagi jalan dakwah yang kita tempuh saat ini. Ia jalan yang panjang dan ditaburi dengan halangan dan rintangan, rayuan dan godaan. Kerana itu dakwah ini sangat memerlukan orang-orang yang memiliki muwashafat ‘ailiyah, yakni orang-orang yang berjiwa ikhlas, itqan dalam bekerja, berjuang dan beramal serta orang-orang yang tahan akan berbagai tekanan. Dengan modal itu mereka sampai pada harapan dan cita-citanya.
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang bersabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Al Baqarah: 177).

Dalam diri kita berjuang,kita tidak sedar timbulnya penyakit-penyakit yang boleh merosakkan para aktivis dakwah itu sendiri. Yang mana, amat berbahaya dan boleh menghancurkan sesuatu organisasi.
Apa yang saya tulis ini,pesanan buat diri dan sahabat-sahabat yang turut sama berada dalam saff yang sama.Semoga segala yang kita perjuangkan diterima disisi Allah S.W.T. Saya bimbang,jika suatu hari nanti, sayalah yang merupakan golongan2 yang tidak thabat dalam perjuangan ini.Moga-moga dijauhkan...

Perjuangan adalah suatu pengorbanan usahlah diabaikan
kewajipan pada yang Esa menegak tugu keislaman yang suci dan mulia
Tunggaklah di ufuk mentari menyala biar cahanya menyinar
menuju keihsanan mengecapi keredhaan
Menyusuri malam kelam demi menahan tangisan
pancaroba hidup tiada berdaya.
Memuncak ke menara mukmin sejati masa yang berganti
usia kian meningkat mewarnai ke lapisan ketaqwaan

Berjuanglah, wahai umat Islam semangat usah gentar
mengejar hingga ke akhir garisan syurga Allah sentiasa menantimu
Berjuanglah, berjuanglah... hingga nadi nafasmu
terhenti.
Meninggalkan selembar sejarah
bukan legenda yang berdosa

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah,ketika ini tangan yang dikurniakan oleh Tuhan Yang Maha Esa ini, mampu lagi untuk menulis bait-bait perkataan biarpun bahasanya tidaklah berbunga mana..

Sungguh,hati ini rindu untuk menulis. menulis apa yang ada dalam minda ini..namun,semuanya tidak dapat diluahkan melalui blog ini,cukup hati sahaja yang mengetahui.

Ketika ini juga,rindu pada sahabat2 sewaktu zaman sekolah bertaut kembali..rindu untuk berkongsi cerita masing2..:)

Peliknya manusia ini,bila ditimpa masalah..pertamanya mereka akan teringat pada sahabat2 mereka dahulu..selain mengadu pada Allahu Rabbi..kerana pada sahabat lah kita berkongsi suka dan duka, pada sahabatlah sgl kenangan terakam indah biarpun kadangkala persilisihan pendapat itu ada...

Dalam dunia ini kita tidak punya sesiapa, Kecuali diri sendiri? Tetapi, dalam kita bersendirian, kita beruntung kerana apa? Mempunyai seorang sahabat yang memahami kita. Sebagaimana kita mengharapkan keiklasan dan kejujuran seorang sahabat, begitulah juga dia. Tetapi kita sering terlupa akan hal itu.

Cuma mengambil kira tentang harapan dan perasaan kita. Kita rasa dikhianati bila dia tidak menepati janjinya. Kita tidak memberi dia peluang untuk menerangkan keadaannya. Bagi kita, itu alasannya untuk menutup kesilapan dan membela diri.

Kita juga pernah membiarkan dia ternanti-nanti kerana kita juga ada janji yang tidak ditepati. Kita beri beribu alasan memaksa dia terima alasan kita. Waktu itu, terfikirkah kita perasaannya? Seperti kita, dia juga tahu rasa kecewa? Tetapi kita sering terlupa.

Untungnya mempunyai seorang sahabat yang sentiasa memahami. Yang selalu berada disisi pada waktu kita memerlukannya. Dia mendengar luahan perasaan kita,segala rasa kecewa dan ketakutan. Harapan dan impian juga kita luahkan. Dia memberi jalan sebagai laluan penyelesaian masalah. Selalunya kita terlalu asyik menceritakan tentang diri kita hingga Kadang-kadang kita terlupa sahabat kita juga ada cerita yang ingin dikongsi bersama kita. Pernah kah kita memberi dia peluang untuk
menceritakan tentang rasa bimbangnya,rasa takutnya? Pernahkah kita menenangkan dia sebagaimana dia pernah menyabarkan kita.

Ikhlaskah kita mendengar tentang kejayaan dan berita gembiranya? Mampukah kita menjadi sumber kekuatannya sepertimana dia meniup semangat setiap kali kita rasa kecewa dan menyerah kalah? Dapatkah kita yakinkan dia yang kita boleh dipercayai, kita boleh dijadikan tempat untuk bersandar bila terasa lemah, agar tidak rebah?

Bolehkah kita menjadi bahu untuk dia bersandar harapan? Sesekali jadilah sahabat yang mendengar dari yang hanya bercerita? Ambillah masa untuk memahami hati dan perasaan sahabat? Kerana dia juga seorang manusia. Dia juga ada rasa takut, ada rasa bimbang,sedih dan kecewa. Dia juga ada kelemahan dan memerlukan seorang sahabat?

Sebagai kekuatan. Jadilah kita sahabatnya itu? Kita selalu melihat dia ketawa, tetapi mungkin sebenarnya dia tidak setabah yang kita sangkakan. Di sebalik senyumannya mungkin banyak cerita sedih yang ingin diluahkan... Di sebalik kesenangannya mungkin tersimpan seribu kekalutan?
Kita tidak tahu? Tetapi? jika kita cuba jadi sahabat sepertinya, mungkin kita akan tahu...

RENUNGILAH...

HARGAILAH SEBUAH PERSAHABATAN KERANA DISEBALIKNYA TERSIMPUL SEGALA-GALANYA...